Sarekat Dagang Islam



Sarekat Dagang Islam (SDI) didirikan oleh seorang saudgar kaya raya H. Samanhudi. Latar belakang didirikannya SDI ialah terjadinya persaingan perdagangan antara pedagang pribumi dan pedagang asing, terutama yang berasal dari Cina atau Tionghoa. Hal itu mendorong Haji Samanhudi untuk menghimpun pedagang pribumi agar mampu bersaing melawan pedagang asing. Dengan demikian diharapkan perekonomian para pedagang lokal bisa ditingkatkan. Lahirnya SDI mangakibatkan konflik antara para pedagang pribumi dan pedagang non pribumi senakin tajam, sehingga Belanda membekukan oganisasi Sarekat Dagang Islam.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Indische Partij



Indische Partij merupakan organisasi politik pertama di Indonesia. Didirikan oleh Tiga Serangkai, yaitu Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi), dr. Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) pada tahun 1912 di Bandung. Indische Partij secara tegas menyatakan berjuang untuk melepaskan diri dari penjajahan atau mencapai kemerdekaan. Hal ini terlihat jelas dari semboyannya yang berbunyi Indie voor Indiers (Hindia untuk rakyat Hindia), yang dimaksud rakyat Hindia adalah semua orang keturunan bumiputera, Cina, Arab, Eropa, dan sebagainya, yang mengakui Hindia sebagai tanah air, Negara dan kebangsaannya. Paham ini dikenal sebagai Indisch Nationalism, yang di kemudian hari melalui Perhimpunan Indonesia dan Partai Nasional Indonesia menjadi Indonesisch Nationalism (Nasionalisme Indonesia). Untuk menyebarkan cita-citanya, Indische Partij mendirikan surat kabar De Express.

 

 

Nama Indische Partij menjadi terkenal ketika mereka terlibat dalam Komite Bumiputera yang menentang diadakannya perayaan 100 tahun kemerdekaan Belanda dari Prancis. Suwardi Suryaningrat menulis sebuah artikel yang berjudul “Als Ik een Nederlandser Was” (andai aku seorang Belanda) berisi kritikan tajam terhadap pemerintah Belanda, yang dinilai tidak punya moral merayakan peringatan kemerdekaannya di negeri yang dijajahnya.


Tulisan tersebut berisi sindiran terhadap ketidakadilan di daerah jajahan. Karena dianggap berbahaya, akhirnya pada bulan Agustus 1913 Belanda menjatuhkan hukuman buang kepada para pimpinan Tiga Serangkai, dan mereka memilih untuk dibuang di negeri Belanda. Cokroaminoto dipulangkan pada tahun 1014 karena sakit keras. Sedangkan Ki Hajar Dewantara dan Douwes Dekker baru kembali pada tahun 1919.


Setelah pemimpinnya dibuang Indische Partij mengganti nama menjadi Nasional Indische Partij, tetapi kurang berpengaruh. Walaupun perjuangan Indische Parti sangat singkat, namun tujuannya telah memeberi warna baru bagi organisasi pergerakan nasional yaitu adanya semangat nasionalisme yang mendalam untuk memperjuangkan nasib rakyat Indonesia. Dalam perkembangannya, Indische Parti dijadikan motivasi oleh Perhimpunan Indoneia dan Partai Nasional Indonesia.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tri Koro Dharmo



Organisasi kepemudaan yang muncul ialah Tri Koro Dharmo (Tiga Tujuan Mulia), yang didirikan oleh R. Satiman Wiryo Sandjojo, Kadarman, dan Sunardi pada 7 Maret 1915 di Jakarta. Tujuan didirikannya Tri Koro Dharmo ialah menghimpun para pemuda Jawa agar bersatu berjuang mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

 

Asas perjuangan Tri Koro Dharmo  antara lain:

1.      Menimbulkan  pertalian antara murid-murid bumi putera pada sekolah menengah, kursus perguruan sekolah guru, dan sekolah kejuruan.

2.      Menambah pengetahuan umum bagi anggotanya

3.      Membangkitkan dan mempertajam perasaan buat segala bahasa dan budaya Indonesia, khususnya Jawa.

 

Karena sifatnya yang Jawa sentris, Tri Koro Dharmo kurang dapat berkembang. Dalam kongres yang diadakn di Solo (1918), nama Tri Koro Dharmo  diubah menjadi Jong Java. Perubahan ini dimaksudkan untuk menghendari terjadinya perpecahan diantara para anggota Tri Koro Dharmo . Berdirinya Jong Java ini mengilhami lahirnya organisasi-organisasi kepemudaan daerah yang lainnya di Indonesia, seperti Jong Sumatera, Jong Ambon, Jong Minahasa, dan sebagainya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Gabungan Politik Indonesia (GAPI)


Didirikan 21 Mei 1939

Pimpinan : Muh. Husni Tamrin

Gabungan dari :

Parindra, PNI, Pasundan, PSII, Persatuan Minahasa, dan Gerindo

Tuntutan GAPI : Indonesia diberi perwakilan di parlemen

Bersifat demokratis, dibentuk Majelis Rakyat

Mengadakan Kongres Rakyat Indonesia (23-25 Desember 1939) sepakat membentuk badan perwakilan sejenis parlemen di struktur pemerintahan kolonial Belanda

Belanda bulan Maret 1941 membentuk Komisi Visman, tugasnya menyelidiki perubahan ketatanegaraan yang ada di Indonesia

Asas kegiatan GAPI :

1.      Hak menentukan nasibnya sendiri

2.      Persatuan nasional seluruh bangsa Indonesia berdasarkan demokrasi dalam bidang politk, sosial, dan ekonomi

3.      Mengadakan kesatuan aksi seluruh pergerakan nasional


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Partai Komunis Indonesia



Partai Komunis Indonesia adalah organisasi radikal kelanjutan dari Indische Social Democratische Vereniging (ISDV) yang didirikan Sneevliet pada 1914. Bersama dengan Semaun, Sneevliet berhasil mengembangkan ISDV yang berpaham Marxis dan mempengaruhi anggota-anggota dari Sarekat Islam. Pada 1920 Sarekat Islam Merah bergabung dengan ISDV dan membentuk Partai Komunis Indonesia (PKI). Partai ini diketuai oleh Semaun dan wakilnya Darsono.

Kegiatan PKI diarahkan untuk mempertentangkan antarkelas dalam masyarkat, dengan kekuatan utama teletak pada golongan buruh. Pada tahun 1920, PKI berhasil mengadakan kongres di Semarang yang menghasilkan keputusan sebagai berikut:

PKI menggabungkan diri dengan dengan Comunistische Internationale (Comintern)

PKI bersifat kooperatif, yaitu bekerjasama denagn Belanda melalui wakil-wakilnya yang duduk dalam Volksraad.

 

 

Langkah awal yang ditempuh oleh PKI untuk menjalin hubungan kerjasama dengan Belanda ternyata gagal, sehingga PKI mengubah strategi menjadi non-kooperatif dan secara terang-terangan menentang pemerintah Belanda. Sikap radikalisme dan revolusioner yang dianutnya mengakibatkan muncunya pemberontakkan PKI pada tanggal 13 November 1926. pemebrontakkan ini dimulai dari Jkarta, meluas ke Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga sampai ke Jawa Timur. Pemberontakkan ini dapat ditumpas oleh Belanda. Akibatnya, Belanda bertindak lebih tegas lagi terhadap semua tokoh pergerakan nasional tidak hanya terhadap PKI.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS